3 B : Belajar-Berbagi-Berbisnis

pemikiran, catatan, kisah-kisah, renungan, tips & bisnis

Lagi, Teror Ledakan Tabung Gas Elpiji

tabung-gas-elpiji-meledak

Foto: tribunnews.com

Dari kasus ledakan tabung gas elpiji pada hari Minggu pagi di Tanjung Duren, Jakarta, yang kembali mengakibatkan kerugian harta benda dan korban luka-luka, kita tahu bahwa sebetulnya prosedur yang dilakukan dalam penanganan tabung gas yang bocor sudah benar.

Dalam kasus Tanjung Duren ini, tabung gas yang bocor (diketahui dari bau gas yang muncul) dibawa ke luar rumah ke ruang terbuka. Karena lingkungan rumah tersebut sangat padat, maka daerah terbuka yang dimaksud adalah lorong gang yang ada di depan rumah mereka. Lorong gang tersebut sepanjang kira-kira 20 meter dan lebar 2 meter. Gas yang bocor pun langsung menyebar keseluruh lorong dan ke rumah-rumah yang membuka pintu/ventilasi. Tak disadari, ternyata ada seseorang dari dalam salah satu deretan rumah yang menyalakan kompor. Yang terjadi berikutnya adalah BURRRRRRRRRR… BLAARRRRRRRRRRRRRRRR …. api pun langsung menyambar. Dikabarkan api juga sempet memenuhi sepanjang lorong. Selanjutnya korban luka-luka pun berjatuhan. Oh my God, sampai kapan hal seperti ini terus terjadi.

Hukmiah (41) dan putranya, Muh Ridwan (10 bulan), mengalami luka bakar yang parah akibat ledakan elpiji di Makasar

Hukmiah (41) dan putranya, Muh Ridwan (10 bulan), mengalami luka bakar yang parah akibat ledakan elpiji di Makasar. Foto: surya.co.id

Jika sebelumnya, pihak berwenang dengan yakinnya mengatakan penyebab sering terjadinya ledakan gas adalah karena regulator dan selang yang tidak baik mutunya, dan masyarakat lalai pada penggunaannya, maka pada kasus ini mereka mau beralasan apalagi?  Kenapa sih kebanyakan pejabat di negara ini sulit sekali mengakui kesalahan/keteledoran yang telah dilakukan dan sebaliknya seringkali menyalahkan masyarakat/rakyat yang notabene seharusnya adalah orang-orang yang harus dilayani dengan baik oleh pemerintah?

Saya adalah salah satu rakyat biasa, di rumah kami juga pengguna tabung gas elpiji 3 Kg. Setiap kali kami akan menyalakan kompor, kami jadi was-was. Perasaan was-was seperti sekarang ini tidak pernah terjadi ketika teror bom sering terjadi di Indonesia. Dan kami yakin, di luar sana banyak sekali masyarakat yang mempunyai perasaan was-was yang sama. Bahkan beberapa dari mereka mengatakan trauma dan tidak mau lagi menggunakan gas elpiji. Jika trauma seperti ini terus terjadi pada masyarakat, maka pemerintah juga yang akan merugi. Sudah sekian trilyun dana yang dikeluarkan dalam rangka konversi minyak tanah ke elpiji, tapi ini semua terancam sia-sia. Maka sepertinya tidaklah salah kalau banyak pihak yang menganggap teror ledakan tabung gas elpiji ini lebih berbahaya ketimbang teror bom Nurdin M Top beberapa waktu lalu. Semoga para pejabat lebih gesit dan tanggap dalam upaya mengatasi masalah penting ini. [BU]

  • Share/Bookmark
Categories: Kehidupan